Bisnis Coach dan Konsultan Bisnis, Apa Bedanya?

Updated: Apr 14




Dalam dunia bisnis, tentu anda sudah tidak asing dengan istilah konsultan. Namun, tahukah anda, apa beda antara konsultan bisnis dengan bisnis coach? Atau anda masih kebingungan membedakan fungsi dari seorang konsultan bisnis dengan bisnis coach?

Seorang pengusaha yang ingin menghemat biaya dan waktu dalam mengembangkan perusahaannya, membutuhkan jasa seorang konsultan dan juga seorang coach. Kenapa? Baca dan pahamilah artikel ini sampai habis, maka anda akan mengerti.

Jika seorang pengusaha memilih jasa konsultan, berarti pengusaha tersebut hanya membutuhkan jasa seorang ahli untuk menyelesaikan masalah dalam bisnisnya, tanpa perlu mempelajari masalah tersebut atau mempelajari skill baru.

Misalnya, saat tiba waktunya membayar pajak, harus ada orang yang mengatur atau melihat apakah perhitungan PPN atau pajak yang dibayarkan sudah benar atau masih terdapat kesalahan. Dalam hal tersebut, pengusaha tidak perlu pergi ujian pajak brevet A, B atau bahkan sekolah pajak. Mereka cukup mencari seorang konsultan pajak yang ahli dan bagus serta bisa dipercaya untuk mengatur perhitungan pajak mereka.

Contoh lain, seorang pengusaha yang bergerak di bisnis manufacturing. Mereka kurang mengerti bagaimana men-setting mesin agar hasilnya lebih optimal. Maka, mereka akan mencari konsultan mesin agar mereka bisa mendapatkan bagaimana cara terbaik untuk mengoptimalkan setting mesin mereka.

Itulah contoh–contoh dimana anda membutuhkan jasa seorang konsultan untuk membereskan masalah di dalam bisnis anda dan ada tujuan yang harus dicapai, tanpa anda perlu belajar ilmu–ilmunya.


Lalu kapan saatnya anda mencari Bisnis Coach?


Ada 4 hal penting yang harus diperhatikan. Yaitu :


1. Saat Anda Membutuhkan Ilmunya

Misalnya, semakin besar bisnis anda, pengetahuan tentang leadership atau kepemimpinan, serta managing atau bagaimana anda mengatur tim anda akan semakin diuji. Maka, anda perlu belajar mengenai hal tersebut. Itu semua sangat sulit untuk di pelajari secara otodidak. Biasanya, dengan memiliki coach, anda akan lebih cepat belajar dan mampu memimpin tim dengan jumlah karyawan mencapai 50, 100 bahkan 300 orang dan bisa lebih dari itu.


Dengan memiliki coach, anda akan diberikan skill untuk bisa melakukannya sendiri.


Selain itu sebagai pengusaha, anda juga perlu belajar membaca laporan keuangan perusahaan. Semua pengusaha sukses, sangat ahli dalam membaca, menganalisa dan membuat laporan keuangan, karena mereka membuat keputusan bisnis berdasarkan laporan keuangan tersebut. Jadi, hal ini perlu dipelajari dan banyak skill–skill lain yang perlu anda kuasai untuk mengembangakan bisnis anda. Itulah kenapa anda butuh bisnis coach.


2. Blind Spot

Seorang pengusaha sering kali tidak mengusai semua yang dibutuhkan untuk membangun sebuah perusahaan yang bagus dan berkembang. Belum lagi, setiap orang memiliki “blind spot”.

Apa itu “blind spot” dalam berbisnis? Blind Spot adalah suatu kelemahan atau kekurangan yang dimiliki seorang pengusaha atau CEO, namun tidak diketahui olehnya. Kelemahan ini tidak mereka sadari dan dapat mempengaruhi cara mereka menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Nah, seorang Bisnis Coach dengan jam terbang tinggi dapat melihat kelemahan atau kekurangan yang dimiliki oleh klien dalam memimpin bisnisnya.


Contoh-contoh kelemahan yang Coach Yusman temui dari para klien yang kurang mereka sadari biasanya adalah :

  • Cara berkomunikasi dengan level staff

  • Cara berkomunikasi dengan level manager dan general manager

  • Cara memimpin meeting yg efektif

  • Cara membuat strategi bisnis dan implementasi sampai ke tingkat pelaksana di lapangan

  • Cara berpikir yang mungkin dapat merugikan atau menghambat bisnis

  • Cara memimpin tim manajemen

  • Gaya manajemen yang berpotensi merugikan diri sendiri dan perusahaannya

Disinilah Bisnis Coach bisa memberi masukan dan menyadarkan klien bagaimana kekurangan ini bisa menghambat pertumbuhan bisnis dan apa saja solusinya.

Solusi terkadang bukan hanya belajar memperbaiki, tetapi mencari partner atau profesional yang kuat di area tersebut sehingga dapat menutupi kelemahan itu adalah langkah yang tepat.


3. Pengalaman dari Industri bisnis yang berbeda

Bisnis coach dengan jam terbang tinggi biasanya mempunyai klien lebih banyak serta dari berbagai industri berbeda dengan ukuran perusahaan yg bervariasi. Pengalaman ini membuat coach tersebut dapat memberi masukan dan gambaran kepada kliennya.

Contoh, klien Coach Yusman di bidang distributor, memiliki keinginan untuk membangun pabrik. Tetapi karena pengetahuan dengan manufaktur sangat sedikit dan tidak yakin dengan keuntungannya, Coach Yusman yang memiliki banyak pengalaman coaching di manufaktur, bisa memberikan masukan bagaimana langkah-langkah dan gambaran apa yg harus diperhatikan ketika masuk ke bisnis manufaktur, serta bagaimana hal ini bisa berpengaruh dari sisi marketing & sales, keuangan, operasional, dan persiapan dari sisi HRD.

Masukan-masukan dari apa yg terjadi di industri lainnya sering kali menjadi inspirasi dan pembelajaran berharga bagi pengusaha yang biasanya hanya berpengalaman pada satu sampai dua bidang atau satu hingga dua model bisnis. Dan disinilah Coach Yusman sering memberikan masukan untuk klien-kliennya dari berbagai sisi model bisnis yang berbeda, sistem manajemen yg berbeda, serta pengalaman-pengalaman pengusaha kecil sampai pengusaha besar.


4. On Track vs Off Track

Seberapa sering anda kadang lupa tentang target utama dan prioritas terpenting bagi perusahaan? Terutama ketika anda sedang sibuk pada operasional perusahaan sehari-hari. Belum lagi, bila ada kejadiaan krisis di perusahaan. Mulai dari komplain pelanggan, pesanan yg terlambat dikirim ke pelanggan, masalah karyawan, masalah keuangan yang menggangu cashflow perusahaan, karyawan/senior yg mengundurkan diri, bahkan masalah pajak atau hukum, hingga segudang masalah yang sering terjadi hampir setiap bulan atau bahkan hampir setiap minggu.

Inilah yg dinamakan ‘Off Track’ artinya pengusaha kadang tidak sengaja keluar dari jalur/arah dari apa yang paling penting yang harusnya dikerjakan/difokuskan pada bisnisnya sendiri.

Nah, peran bisnis coach adalah mengingatkan para owner ini mengenai apa saja prioritas terpenting. Bukan hanya prioritas bisnis yang paling mendesak, tetapi yang paling penting untuk dikerjakan terlebih dulu, sehingga bisnis bisa bertumbuh dan bukan hanya berjalan melewati hari saja.

Pengalaman ini sulit diceritakan, tetapi ketika anda sudah mengalaminya seperti pengusaha-pengusaha yang sudah ikut private coaching dari Coach Yusman, anda akan merasakan manfaat dari cara Coach Yusman yang membawa anda menjadi ‘On Track’ lagi, atau kembali ke jalur yang seharusnya. Artinya, apa yg difokuskan dan dikerjakan, semua mengarah pada prioritas terpenting dan target utama mereka dalam berbisnis. lalu pertanyaan berikutnya,


Anda butuh Business Coach atau Konsultan?


Biasanya, para pengusaha yang cenderung kecil dan menengah, paling awal dan paling memerlukan bisnis coach untuk cepat berkembang. Jika perusahaan besar, contoh dengan karyawan diatas 100 orang ataupun omset lebih dari 100 Miliar per tahun, maka biasanya mereka mulai dengan jasa konsultan dan dibarengi dengan bisnis coach yang tetap menjaga mereka untuk tetap on track.


Jadi, anda mulai dari mana dulu?

9 views0 comments